Catatan Awal Semester

Things are getting serious in my college life. Ya, mulai semester ini, prodi (program studi) saya mulai memberi space untuk mahasiswanya mengambil mata kuliah pilihan, dari dalam prodi maupun luar prodi. Karena itu beberapa hari yang lalu saya berkesempatan menemani salah seorang teman saya buat ngobrol-ngobrol dengan kaprodi elektro, Pak Yudi. Teman saya ini berencana mengambil mata kuliah yang akan diajar oleh Pak Yudi ini.

Kami bertemu dengan Pak Yudi di kantornya. Lalu teman saya mulai bertanya-tanya soal kuliah yang mau diambilnya. Adapun kuliah itu bertajuk “Arsitektur Komputer I” (Arskom). Sebenarnya kami sudah pernah mengambil kuliah wajib yaitu “Organisasi dan Arsitektur Komputer” (Orakom), dan kuliah ini juga berkode “EL” yang berarti mata kuliah dari prodi elektro. Namun sayangnya kuliah Orakom ini kurang dikemas dengan baik sehingga teman saya merasa kurang mendapat ilmu yang seharusnya dia dapat dari kuliah tersebut.

Berdasarkan perbincangan dengan Pak Yudi (btw Pak Yudi ini baiiiiik banget orangnya) tampaknya kuliah Arskom ini cocok dengan bayangan teman saya. Menurut penuturan Pak Yudi, cukup penting untuk mahasiswa informatika tau perbedaan arsitektur komputer yang digunakan sehingga bisa membuat algoritma yang dapat memanfaatkan secara maksimal arsitektur komputer tersebut. Dan teman saya termasuk salah satu dari sedikit yang gemar bermain “low level”, yang gampangnya berarti “bermain-main” dengan bahasa mesin, sementara kebanyakan orang lain lebih senang menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang lebih manusiawi.

Setelah menemani teman saya dari ruangan Pak Yudi, saya cuma bisa termenung. Teman saya ternyata memilih kuliah pilihannya benar-benar berdasarkan minatnya, tidak peduli sesusah apapun kuliah itu. Sedangkan saya memilih mata kuliah pilihan berdasarkan itu kuliah “paket A” (baca: gampang dapat nilai A) atau tidak. Ini cukup mengganggu pikiran saya, seperti rasa gatal di telapak kaki yang tidak bisa saya garuk karena geli (ehehee, oke ini perumpamaan yang aneh :P).

Kenapa tiba-tiba saya menulis ini? Baru saja tadi saya melihat sebuah artikel di internet yang membahas keunggulan iPad dari tablet PC Android. Ternyata iPad lebih baik dalam beberapa aspek penting (seperti penggunaan memori dan ketahanan baterai) dibandingkan dengan devices Android karena ada “kerjasama” yang baik antara hardware dan softwarenya. Seperti kita ketahui, semua produk Apple, termasuk iPad, selalu dibekali dengan operating system dan aplikasi kembangan Apple sendiri. Apple selalu membuat software yang sesuai dengan hardwarenya, dan begitu juga sebaliknya, hardware yang dibuat pun dirancang untuk menunjang kebutuhan software rancangannya.

Hah! Persis dengan apa yang diberi tahu Pak Yudi pada pertemuan kami waktu itu. Ini membuka mata saya karena apa yang kami pelajari sekarang ternyata sangat dekat dengan kehidupan nyata. Waktu kuliah saya paling hanya 2 atau 2.5 tahun lagi (kalau ga mau lulus telat). Setelah itu saya harus terjun langsung dan berhadapan dengan permasalahan nyata di dunia kerja nanti. Bekal ilmu apa yang mau saya bawa nanti? Apakah “Sejarah Desain” atau “Sosiologi Industri” yang saya pilih hanya karena itu kuliah “paket A”? Saya bahkan belum tau mau jadi sarjana informatika seperti apa saya nanti. Seorang computer scientist kah, atau seorang software engineer? Dan kuliah sudah akan dimulai seminggu lagi. “Pencerahan”, y u always come too late huh??!